Jakarta
Menggunakan Layanan Elektronik Smart City
Perkembangan
teknologi informasi semakin mempermudah pekerjaan manusia. Perkerjaan yang
berat menjadi ringan dan efisien. Oleh sebab itu, Jakarta memulai menggunakan
layanan elektronik “smart city.
ANTARA
News - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan sistem layanan
elektronik "Smart City" untuk mengetahui, memantau, sekaligus
menindaklanjuti segala keluhan masyarakat.
"Aplikasi
ini merupakan konsep yang mewujudkan model baru pemerintahan yang melibatkan
warga dalam pembentukan kebijakan publik," kata Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.
Selain
mendengarkan keluhan masyarakat, aplikasi "Smart City" juga dapat
digunakan untuk memantau kinerja camat dan lurah dalam hal merespon keluhan
atau laporan dari warga.
"Saya
memberikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan
(Diskominfomas) DKI karena telah meluncurkan layanan ini. Apalagi dengan
anggaran yang cukup minim, yaitu Rp3,5 miliar," ujar Basuki.
Dalam
sistem aplikasi tersebut, dia menuturkan terdapat dua jenis program yang dapat
diunduh, yaitu program Cepat Respon Opini Publik (CROP) dan program QLUE.
CROP
diperuntukkan bagi aparat pemerintah sebagai pemberi respon, sedangkan QLUE
diperuntukkan bagi masyarakat sebagai pelapor.
"Oleh
karena itu, saya minta kepada seluruh aparat pemerintah, mulai dari lurah dan
camat, agar segera mengunduh aplikasi ini, begitu pun seluruh masyarakat,"
tutur Basuki.
Sementara
itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Diskominfomas DKI Jakarta Agus Bambang
Setiowidodo mengungkapkan selain melalui aplikasi tersebut, layanan "Smart
City" juga dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id.
Situs
itu terintegrasi dengan aplikasi sosial media pengaduan warga ibu kota, di
antaranya e-mail dki@jakarta.go.id, Twitter @jakartagoid, Facebook
jakarta.go.id, Balai Warga di situs www.jakarta.go.id, petajakarta.org, Lapor!
1708 dan Google Waze.
Dia
memaparkan laporan warga didalam aplikasi QLUE juga terintegrasi dengan situs
smartcity.jakarta.go.id. Seluruh laporan warga di situs dan aplikasi tersebut
juga langsung terhubung dengan aplikasi CROP yang khusus diunduh oleh aparat
Pemprov DKI dan kepolisian.
"Kemudian,
aparat pemerintah yang menindaklanjuti laporan warga dapat memberikan hasil
laporan respon melalui situs smartcity.jakarta.go.id yang terkoneksi langsung
dengan aplikasi QLUE," ungkap Agus.
Lebih
lanjut, dia menyebutkan sejumlah data yang terintegrasi dengan situs
smartcity.jakarta.go.id yaitu informasi jalur fiber optic, tinggi muka air,
letak menara, pos polisi, data kependudukan dan sebagainya.
"Ke
depan sistem layanan "Smart City" ini akan kami kembangkan sedemikian
rupa sehingga masyarakat dapat mengetahui nilai pajak bumi dan bangunan (PBB)
sampai perencanaan Kota Jakarta," kata Agus.

Comments
Post a Comment
jangan lupa ya...berikan komentar Anda